Rabu, 11 Maret 2015

MUJIZAT YESUS: KANKER STADIUM 4 SEMBUH TOTAL TANPA OPERASI



Shalom pasukan doa!

Nama Saya Ginny Awuy. Saya bekerja sebagai HRD di Rimo Department Store. Saya tinggal bersama anak saya, Steve, karena sudah lama suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman lain). Tahun 1996, secara tidak sengaja ketika meraba bagian payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah. Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker payudara, saya pun menaruh curiga atas gejala ini, sekalipun kekhawatiran itu belum terlalu menyergap perasaan saya.

Waktu terus berlalu, benjolan itu tidak juga kempes, malah sebaliknya, semakin membesar menjadi seukuran bola bekel. Tentu saja melihat gejala ini saya semakin khawatir.Mulailah saya mengambil waktu khusus di rumah selama 1 jam setiap hari untuk berdoa.

Benjolan di payudara saya semakin membesar. Bahkan, benjolan itu semakin banyak, ada yang besar ada yang kecil, pokoknya tidak beraturan, menyebar membentuk seperti kembang kol. Selain itu, kanker ini ternyata cukup memengaruhi stamina saya. Untuk berjalan dari tempat parkir ke toko, atau dari satu lantai ke lantai berikutnya, rasanya capai sekali; seperti habis lari jauh. Saya sendiri, karena takut diketahui orang lain, kalau sudah tak kuat jalan, saya hanya terdiam mencari sandaran sambil pura-pura melihat ke bawah. Keadaan ini terus memburuk, tapi saya tidak putus asa. Saya tetap berdoa dan bekerja walau stamina saya semakin merosot.

Sudah setahun penderitaan mendera, tapi tidak seorang pun yang saya beritahu. Steve pun tidak, sebab saya khawatir kalau dia sampai tahu, studinya akan terganggu. Maklumlah, kuliah Steve sudah berada di semester akhir. Selain itu, alasan mengapa saya tidak menceritakan penyakit saya ini kepada orang lain karena solusinya pastilah dokter -- operasi. Padahal untuk operasi jelas kondisi keuangan saya sangat tidak memungkinkan. Tabungan saya hanya 2,5 juta. Uang sejumlah ini rencananya untuk membayar biaya kuliah dan wisuda Steve. Karena menyadari situasinya seperti ini, kepada Tuhan pun saya sepertinya mendesak, "Tuhan, pokoknya Tuhan harus sembuhkan saya tanpa operasi!"

Pertengahan Desember 1997, ketika akan pulang kerja, tempat parkir ramai sekali. Karena saya mengendarai mobil sendiri, maka cukup banyak tenaga yang harus saya keluarkan untuk menggerakkan persneling. Sampai di rumah, karena saya merasa di bagian payudara yang sakit ada cairan, saya segera masuk kamar dan membuka baju. Betapa kagetnya, ternyata cairan yang keluar itu darah. Waktu itu pukul 20.00 WIB. Steve ada di rumah. Karena saya takut ia tahu, maka saya segera masuk kamar mandi. Betapa semakin terkejutnya saya karena darah langsung menyembur melalui tiga lubang yang ada di payudara saya. Darah mancur begitu derasnya. Rasanya sakit sekali, tapi saya tidak berani berteriak. Saya hanya berdoa dengan kata-kata yang diulang-ulang, "Darah Yesus, hentikan pendarahan saya!" Saya khawatir kalau pendarahan itu tidak berhenti hingga membuat saya pingsan, pasti situasi jadi kacau. Karena saya cukup lama di kamar mandi, Steve pun mulai curiga. Dari luar ia menyapa, "Ma, kok lama amat sih, di kamar mandi?"

"Sebentar," jawab saya.

Waktu Steve memanggil, darah mulai berhenti, tinggal menetes-netes saja. Sambil tetap duduk, saya arahkan "shower" ke tembok yang penuh darah dengan harapan Steve tidak curiga dengan apa yang terjadi. Karena saya lemas dan tidak kuat berdiri, saya minta tolong kepada Steve untuk membuatkan teh manis. Dalam tempo yang tidak terlalu lama, Steve sudah menyiapkan teh manis dan segera mengetuk pintu kamar mandi. Ketika pintu saya buka, Steve nampak kaget melihat bercak-bercak darah yang menempel di tembok. Setelah menutup pintu, karena takut banyak gerak dan khawatir darah keluar lagi, maka saya cepat duduk. Teh langsung saya minum dan hal ini membuat tubuh saya sedikit lebih segar. Saya lalu pakai kimono dan berusaha sedapat mungkin untuk membuat kain kimono itu tidak menempel di payudara. Saya pelan-pelan keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di tempat tidur. Di pembaringan ini, sekalipun tidak banyak, darah kembali keluar. Steve duduk di pinggir tempat tidur dengan wajah yang sangat sedih sambil mengamati tangan saya mengelap darah yang keluar dengan tissue. Saya lalu bercerita pada Steve secara kronologis tentang penyakit saya.

Kira-kira pukul 02.00 dini hari, rasa sakit itu kambuh lagi. Padahal sebelumnya saya sudah minum Ponstan 4 dan Beralgin 2. Sakit itu begitu luar biasa, sampai-sampai untuk menahan sakit, sprei tempat tidur saya yang dijepit peniti, saya tarik hingga robek. Karena sakitnya tidak tertahankan, saya memanggil Steve, "Steve, ayo ke sini, Mama sudah nggak tahan. Ayo kita berdoa karena Mama merasa sakit sekali." Waktu itu saya merintih, "Tuhan tolong, saya sudah tak kuat lagi. Saya sudah tak sanggup lagi."

Sungguh ajaib, selesai berdoa, sakit itu langsung reda. Ketika saya jatuh sakit, sambil menyelesaikan tugas akhirnya, Steve sudah bekerja di sebuah kantor. Mungkin karena bingung bagaimana mengatur studi, kerja, dan tanggung jawab untuk merawat saya, usai berdoa Steve nampak bingung. Untuk memecahkan kebekuan ini, saya bilang, "Steve kamu besok tetap saja kuliah dan bekerja. Yang penting 'handphone' kamu nyalakan terus. Nanti kalau ada apa-apa, Mama akan hubungi." Steve pun setuju.

Besoknya Steve berangkat kerja seperti biasa. Setelah Steve pergi, saya telepon adik saya, Endang, yang bekerja sebagai suster di RS Fatmawati. Saya menceritakan semua yang telah saya alami, termasuk kapan kanker itu mulai saya temukan hingga pecah secara mengerikan semalam. Hari itu juga saya dibawa ke RS Fatmawati. Sementara itu, Endang menghubungi adik saya yang lain yang ada di Bandung, orang tua saya yang di Amerika, termasuk bos saya di kantor. Setelah mereka tahu, keluarga, orang di kantor, semua panik. Mereka terkejut dan menyatakan rasa herannya karena baru mengetahui penyakit saya. Tiba di rumah sakit, saya langsung dibawa ke UGD. Usai diperiksa, hari itu juga saya diopname. Selama dirawat ini, saya selalu mendengarkan lagu-lagu rohani, membaca buku-buku rohani, dan saya merasa dikuatkan saat membaca buku "Mukjizat Terjadi Bila Anda Berdoa". Di RS, saya dibiobsi dan menggunakan kursi roda karena kondisi saya sangat lemah. Luka di payudara saya sangat besar dan sering mengeluarkan darah. Karena keadaannya seperti ini, yang bisa mengganti kasa yang melekat di luka saya hanya Endang. Suster lain sudah gemetaran lebih dulu sehingga saya tak yakin kalau dia bakal berhasil.

Selesai Berdoa Ada Aliran Hangat Di Dada

Setelah dirawat beberapa hari, kondisi saya tak juga membaik. Bahkan dokter mengatakan pada adik saya, bahwa percuma saja saya dioperasi sebab menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar ke tulang dan paru-paru, hanya bagian paru-paru kanan saja yang belum kena. Karena kondisinya demikian, maka perawatan yang diberikan hanya sekadar untuk memperbaiki gizi saya. Waktu itu dokter sudah memperkirakan bahwa kondisi saya akan menurun, menurun, dan meninggal. Kepada adik saya dokter juga bilang, "Tinggal menunggu harinya saja karena itu senangkanlah hati kakak kamu."

Hari itu hari Sabtu. Seperti biasa, sambil menunggu jadwal visitasi dokter, saya terus mendengarkan lagu-lagu rohani dan membaca buku. Suatu kali, di buku yang saya baca, dikisahkan ada seorang Bapak yang sembuh dari sakit jantung selepas berdoa minta jantung yang baru kepada Tuhan. Pengalaman Bapak ini kemudian saya adopsi. Sebab, keadaan yang dialami si Bapak mirip benar dengan apa yang saya alami. Saya kemudian membaca Alkitab dan mulai berdoa, "Tuhan, saya tahu artinya kanker. Namun Tuhan, saya tahu juga bahwa Tuhan sanggup sembuhkan saya. Tuhan, gantilah semua organ tubuh saya yang rusak dengan organ yang baru. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, saya sudah disembuhkan!" Begitu saya mengucapkan "amin", saya yakin benar bahwa Tuhan sudah sembuhkan saya 100 persen. Walau benjolan masih ada dan luka masih menganga, saya yakin Tuhan telah menjawab doa saya. Tiba-tiba saya merasa di bagian dada saya ada getaran hangat yang mengalir. Saya gemetaran dan saya langsung menangis tersedu-sedu. Saya sudah tidak malu lagi menangis di hadapan orang lain. Seketika itu juga saya mengatakan, "Terima kasih Yesus. Terima kasih Tuhan sebab Engkau sudah jawab doa saya."

Pukul 09.00, dokter yang memeriksa saya tiba. Pukul 11.00, dengan memakai kursi roda, saya dites lagi di USG. Setelah beberapa hari kemudian, hasil pemeriksanaan keluar dan dinyatakan: tidak ditemukan lagi kanker di tubuh saya! Mungkin karena tidak percaya, saya diperiksa lagi secara lebih teliti. Saya menjalani USG termasuk di bagian perut saya dan hasilnya bagus. Lalu dilakukan "bone scanning" dari ujung kaki sampai kepala dan hasilnya di luar dugaan: tak ada kanker lagi di tubuh saya. Dokter tidak percaya, lalu dilakukan "scanning" ulang dengan alat yang lebih canggih dan hasilnya tetap sama. Berita ini kemudian saya sampaikan kepada teman saya, Silvia.

Silvia adalah salah satu dari banyak orang yang sangat setia membesuk saya, membantu, dan juga menceritakan keadaan saya kepada orang lain. "Astra," demikian ujar Silvia dengan menyebut nama panggilan saya waktu kecil, "ini sungguh karya Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh luar biasa!" Ketika saya memberitahukan hal ini kepada bos saya dan istrinya, mereka juga mengatakan hal yang senada, "Wah, ini benar-benar pekerjaan Tuhan. Sungguh hebat, luar biasa!" Teman-teman lain yang mendengar berita ini semuanya bersyukur dan terharu.

Setelah dokter yakin benar bahwa kanker itu sudah tidak ada lagi, saya tinggal menjalani penyinaran sebanyak tiga puluh kali. Akhirnya saya diizinkan meninggalkan RS setelah dirawat selama kurang lebih sebulan. Yang tak kalah menakjubkannya, sekalipun saya dirawat di kamar ber-AC dengan biaya yang tentunya tak sedikit, ternyata Tuhan secara ajaib juga telah menyediakan biayanya. Keluar dari RS, dokter tetap menyarankan agar saya menjalani kemoterapi dan minum obat kanker seumur hidup. Anjuran dokter ini saya lakukan hingga kurang lebih 8 bulan lamanya. Suatu ketika, pada bulan Agustus 1988, saya diajak Silvia, untuk mengikuti KKR Kesembuhan Ilahi yang diadakan di Gedung Menara Era, Senen, Jakarta Pusat. Waktu itu pembicara KKR mengatakan, "Mengapa Tuhan tidak bekerja secara luar biasa? Jawabnya, karena pikiran kita selalu meragukan pekerjaan Tuhan. Karena itu, bila kita ingin mendapatkan kesembuhan ilahi, kita harus percaya, kita harus beriman 100 persen bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan."

Setelah khotbah usai, dalam sesi tantangan, akhirnya saya berdoa dan mengambil keputusan: "Sejak malam ini saya tidak akan lagi minum obat kanker dan saya tidak mau dikemoterapi. Tuhan, terima kasih, Engkau sudah menyembuhkan saya secara total. Amin." Malam itu bagi saya menjadi malam bersejarah kedua atas penyakit kanker saya. Saya mengimani bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan mukjizat penyembuhan atas kanker saya secara sempurna. Dan benar, sejak saat itu, sekalipun saya tidak minum obat kanker dan tidak menjalani kemoterapi, tapi sakit saya tak pernah kambuh alias 100 persen sembuh total hingga sekarang.

SABDA

Rabu, 11 Februari 2015

MUJIZAT YESUS: SEMBUH DARI PENYAKIT GAGAL GINJAL STADIUM V



Shalom pasukan doa!

Kesaksian Sdri. Vinsensia H.J. (Flores – NTT)
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena Dia sungguh baik. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya. Janji-Nya sungguh Ya dan Amin. Tuhan tidak pernah gagal kerena Dia sanggup lakukan segala sesuatu (Ayub 42:2). Dia maha sempurna.

Tuhan Yesus telah menyembuhkan sakit mama saya, Ibu Yohana Andriana. Dokter berkata mama saya menderita beberapa penyakit yang sudah sangat parah seperti: gagal ginjal stadium v, stoke, diabetes, darah tinggi, asam urat, dan kolestrol. Mama saya juga sudah sampai kritis dua kali dan hampir tidak ada harapan untuk hidup karena mengalami pendarahan yang begitu banyak.


Tetapi sungguh luar biasa! Di Tangan Tuhan Yesus sakit penyakit mama saya lenyap. Mama saya telah sembuh oleh bilur-bilur Tuhan Yesus (Yesaya 53:5). Selama tiga minggu dirawat di rumah sakit TC. Hillers Maumere, mama saya tidak pernah diam. Mama selalu menyembah dan memuji Tuhan. Meskipun dalam kondisi yang parah, tetapi mama saya tetap memuji Tuhan dengan hati yang gembira karena mama sangat percaya kepada Tuhan Yesus pasti menyembuhkan semua penderitaannya. Dan memang tidak sia-sia iman dan kepercayaan mama saya. Sekarang mama saya telah menerima semua kebaikan-Nya, sembuh dari penyakitnya.

Betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan Kuasa-Nya, Karena Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap kita yang berharap kepada-Nya. Terima kasih Tuhan Yesus. Kami mengucap syukur untuk anugerah besar yang telah Tuhan berikan kepada keluarga kami.


“Dia Allah yang mendengar Doa” Mazmur 65:3

KESAKSIANLIFE

Minggu, 11 Januari 2015

PELUKIS KALIGRAFI BERTEMU TUHAN YESUS



Shalom pasukan doa!

Kesaksian Muhammad Yusuf Kurniawan bertemu YESUS KRISTUS (ISA AL-MASIH).

Muhammad Yusuf Kurniawan, dia seorang pelukis kaligrafi yang karyanya banyak dijual di kota-kota di Kalimantan Timur, dia tidak hanya melukis kaligrafi tetapi pesanan orang- orang non muslim, melukis wajah Isa Al Masih... Oleh karena usahanya itu dia bisa hidup mapan dengan istri dan 2 orang anaknya... begini kesaksiannya.

Seorang muslim yang taat, tidak pernah melewatkan sholat 5 waktu dan bahkan ia selalu bertahajud. Tidak pernah melewatkan puasa bahkan saking taatnya, dia menabung tabungan ONH buat naik haji. Saat ibadah didatangi Isa Al Masih.

Pertobatannya sendiri terjadi pada tahun 2007, tepatnya pada malam ke 24 ramadhan. Saat itu dia sholat tahajud sekitar jam 01.15 dini hari... Saat dia melafalkan al fatihaah sampailah dia pada ihdinaa alshshiraatha almustaqiima... sekejap mata muncullah Isa Al Masih di hadapannya berdiri tepat di ujung sajadahnya... Sontak ruangan tempat dia tahajud langsung terang benderang dan dia kaget luar biasa..., dia teriak hantu... cepat-cepat dia keluar dan dia wudhu kembali... Dia tahajud lagi, al fatihaah lagi dan ihdinaa alshshiraatha almustaqiima lalu Isa Al Masih datang lagi, muncul tiba-tiba dia bilang hantu lagi, wudhu lagi... berulang hingga 3 kali lalu sahabat saya ini bertanya : Siapa kamu? lalu Isa Al Masih berkata : "Damai sejahtera Ku berikan bagimu, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup... Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku".

Pada saat Tuhan berkata "Damai sejahtera" Tuhan mengangkat kedua tanganNya dalam posisi memberkati (telapak tanganNya di bawah, posisi Tuhan berdiri di atas bagian ujung sajadah sementara Yusuf di ujung satunya sedang bersila), saat Tuhan berkata "Akulah jalan..." saat itu tangan kananNya di tekuk sementara tangan kiriNya di taruh menyilang di depan dada, Yusuf lihat sendiri lobang di telapak tangan Tuhan.

Selesai Tuhan berkata demikian tiba-tiba Tuhan hilang begitu saja dan ruangan kembali redup dengan cahaya lampu seadanya... Yusuf tidak langsung percaya, dia minta tanda... Yusuf tidak menceritakan hal tersebut pada istri dan keluarganya tapi dia minta tanda supaya Tuhan berbicara pada istrinya dan dia minta biar istrinya menceritakan hal tersebut kepada Yusuf, kalau memang Engkau Tuhan maka hal ini pasti mudah dilakukan begitu doa Yusuf setelah Yusuf di datangi Tuhan Yesus.

Hari pertama berlalu, hari kedua berlalu tidak terjadi apa-apa... Yusuf tetap berpuasa, tarawih namun sudah tidak tahajud karena khawatir nanti didatangi lagi.

Pada hari ketiga setelah kejadian Yusuf didatangi Tuhan, saat itu jam 1 subuh Yusuf sedang melukis kaligrafi di ruang kerjanya tiba-tiba istrinya terbangun dan berlari ke ruang kerja dan menangis... Yusuf mengira istrinya habis terima telpon dari keluarga istrinya di Jawa (karena pada hari2 itu ada adik istrinya yg sedang sakit keras di Jawa) tetapi ternyata tidak.

Saat di tanya kenapa menangis? Istrinya menangis tersedu-sedu lalu berkata : "Awakku didatangi pah...", Yusuf tanya : "Apa? siapa yang datang?" kata istrinya : "Itu loh pah, yang papah gambar-gambar... Tuhannya orang Kristen..."

Yusuf tertegun... tidak berkata-kata, lalu istrinya kembali berkata : "Dia bilang nama jalan dan kebenaran, pokok'e jalan ke sorga pah..., aku tidak ngerti" masih sambil nangis.

Lalu Yusuf mengambil istrinya yang berdiri di pintu dan memeluk istrinya... Yusuf pun menceritakan apa yang dia alami 3 hari yang lalu saat tahajud.

Keesokan harinya pasangan suami istri ini ke seorang temannya yang biasa pesan-pesan lukisan Tuhan Yesus dan pasangan ini menceritakan pengalamannya saat tahajud dan juga mimpi istrinya.

Pasangan suami istri ini bertobat, dibaptis dan sekarang melayani.

Racun di makanan.

Saat mereka bertobat (murtad) mereka mengalami tekanan luar biasa dari tetangga, keluarga dan bahkan keponakannya yang dia sekolahkan (masih SMP) meracuni makanan mereka, kenapa bisa tahu mereka di racun oleh keponakan mereka sendiri?

Ponakannya disuruh oleh om-nya Yusuf yang adalah seorang ustad di lingkungan mereka. Makanan yang diracun bahkan sudah mereka makan, setelah mereka bertobat mereka mempunyai kebiasaan baru yaitu doa bersama saat makan malam mereka doa seperti ini : Tuhan Yesus berkatilah makanan dan minuman kami, sucikan kuduskan biar jadi tenaga dan kekuatan bagi tubuh jasmani kami, berkatilah orang yang kekurangan dan yang membutuhkan makan, berkati mereka seperti Tuhan memberkati kami, dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amin.

Pada saat mereka makan, keponakan mereka duduk bersama-sama dengan mereka di meja makan, tetapi keponakan mereka tidak mau menyentuh makanan karena katanya sudah kenyang.

Tapi karena di paksa- paksa makan supaya tidak sakit eh, ponakannya malah menangis... Heran kenapa ponakannya menangis, lalu ponakannya mengaku kalau makanan mereka sudah dicampur racun serangga.

Suami istri ini sempat kaget, tetapi mereka menjadi maklum apalagi setelah ponakan mereka ini memberitahu bahwa kakeknya yang ustad itu yang menyuruh... Mereka tidak melanjutkan makan. Mereka berdoa berterima kasih buat perlindungan Tuhan.

Sekarang,keponakan mereka melayani di gereja sebagai pemain musik. Keponakan mereka murtad, karena melihat bagaimana om yang dia racun tidak mati. Rumah yang mereka tinggali, dilempar kotoran manusia sampai kotoran sapi, tetapi mereka tetap pada murtad.

Sekarang Yusuf melayani di salah satu gereja di Balikpapan, mereka sekeluarga melayani, lebih hebatnya lagi Yusuf lulus tes CPNS dan sekarang mengajar sebagai guru agama Kristen (saya dan Yusuf teman satu angkatan di STT). Yusuf mengampuni keluarganya, dia tidak membalas perlakuan buruk keluarganya.


AJAIBTUHANKU

Kamis, 11 Desember 2014

KESAKSIAN ASMIRANDAH MASUK KRISTEN DI GEREJA

Shalom pasukan doa!






Kesaksian Artis Asmirandah dan Jonas Rivanno di Gereja Tiberias Gading Nias, Kelapa Gading tentang Yesus adalah Tuhan.

Dia mimpi 3x ketemu orang pake jubah putih, orang itu bilang kalo kamu ikut AKU kamu selamat dan masuk surga. 


Orang itu bilang "AKU lah jalan kebenaran hidup tidak ada seorang pun yang datang kepada BAPA (SORGA) kalo tidak melalui AKU"

Asmirandah cari di Al Quran, gak ada ayat itu, lalu dia tanya Jonas, Jonas bilang ada ayatnya di Alkitab, yaitu ayatnya di kitab Yohanes 14:1-6. 

NET

Minggu, 11 Mei 2014

MAHASISWA HARVARD BERENCANA GELAR RITUAL PEMUJAAN SETAN



Shalom pasukan doa!

Sekelompok mahasiswa di Universitas Harvard, Amerika Serikat, berencana mengadakan pembuatan kembali sebuah ritual setanisme di kampus bersejarah itu. Namun, tindakan ini langsung mendapat kritikan dari pejabat Gereja Katolik Roma setempat, yang menyatakan kesedihan mendalam dan sangat menentang rencana itu.

Klub Pembelajaran Ekstensi Budaya Harvard mengatakan dalam sebuah pernyataan diunggah di dunia maya bahwa mereka berencana untuk mengadakan kembali sebuah ritual Misa Hitam yang bersejarah, dengan seorang narator akan memberikan konteks historis dan latar belakang mengenai ritual itu, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (10/5).

Dikatakan acara ini dimaksudkan untuk tujuan pendidikan dan akan didahului dengan sebuah kuliah tentang sejarah dan asal-usul Misa Hitam, sebuah ritual yang memparodikan ritual misa dalam gereja Katolik, di mana ada roti dan anggur yang ditahbiskan dan kemudian dikonsumsi.

Ritual ini rencananya akan dijalankan oleh Bait Iblis, sebuah kelompok pemujaan setan yang menarik perhatian pada awal tahun ini, setelah mereka mengusulkan penempatan sebuah patung Iblis setinggi 2,1 meter tepat di sebelah monumen Sepuluh Perintah Tuhan di Oklahoma.

"Tujuan kami adalah tidak untuk merendahkan agama atau kepercayaan apapun, yang akan merendahkan tujuan pendidikan kami, melainkan untuk pembelajaran dan pengalaman sejarah dari praktik-praktik budaya yang berbeda," kata klub itu.

Keuskupan Boston telah menyuarakan kritikan tajam dari adanya rencana ritual itu, dan meminta agar jemaat mendoakan mereka yang terlibat dalam acara tersebut dan agar pihak Universitas Harvard memisahkan diri dari ritual itu.

"Jemaat Katolik di Keuskupan Boston mengungkapkan kesedihan yang mendalam dan menentang rencana mengadakan sebuah Misa Hitam di kampus Universitas Harvard di Cambridge," tulis Keuskupan Agung Boston dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Facebook.

Dikatakan bahwa gereja telah menjelaskan dalam ajarannya tentang penyembahan setan dan kegiatan seperti memisahkan orang-orang dari Tuhan dan umat manusia, di mana bertentangan dengan amal dan kebaikan, serta menempatkan para peserta ritual itu dekat dengan bahaya kerusakan akibat karya kejahatan.

Seorang juru bicara untuk Keuskupan Agung Boston, Terrence Donilon, menulis dalam surat elektroniknya kemarin bahwa pihaknya dengan keras menolak setiap hal yang menyinggung Ekaristi, yakni sebuah ritual di mana roti dan anggur ditahbiskan dan dikonsumsi.

Menurut selebaran disediakan oleh kelompok mahasiswa itu kemarin menjelaskan acara yang dibuka untuk mereka telah memesan sebelumnya itu dijadwalkan bakal digelar pada Senin malam pekan depan di Head Pub Queens di Balai Peringatan Harvard.

Namun, seorang juru bicara Harvard tidak segera menanggapi pertanyaan yang dikirim melalui surat elektronik terkait masalah ini.

MERDEKA

Selasa, 04 Maret 2014

GEREJA DI SULTENG DIBAKAR ORANG TIDAK DIKENAL

Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Theodora di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibakar orang tak dikenal.


Shalom pasukan doa!

Rumah Ibadah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Theodora di Desa Ngatabaru, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibakar orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 01.30 WITA dini hari tadi. Beruntung tak ada korban jiwa, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Berdasar keterangan yang dihimpun di lokasi, gereja itu dibangun swadaya oleh jemaat. Diduga, latar belakang pembakaran karena gereja itu dibangun di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, bukan di atas wilayah Desa Ngatabaru.

Pendeta KGPM Theodora Matius Mendai mengaku, sebelum terjadi pembakaran dia didatangi beberapa warga Kelurahan Petobo. Mereka bertanya kepada Matius soal kegiatan yang akan dilaksanakan di gereja tersebut. Matius pun menjawab akan ada peresmian oleh jemaat.

Setelah mendegar jawaban itu, tambah Matius, orang-orang yang mendatanginya itu kemudian bertanya lagi, mengapa ada nama gereja. Lalu dijelaskan harus mempunyai nama, karena jika tidak mempunyai nama legalitas gereja dan jemaatnya bisa dipertanyakan.

Mendengar itu, sejumlah orang itu kemudian meminta agar kegiatan tersebut ditunda dulu sebelum permasalahan tapal batas antara dua wilayah itu diselesaikan. Karena, wilayah gereja yang akan ditempati kegiatan berada di dalam wilayah Kelurahan Petobo.

Atas permintaan itu, Matius menyatakan tidak bisa menunda karena undangan sudah disebar dan hari ini jemaat gereja tersebut akan diresmikan oleh Bupati dan perwakilan dari Kementerian Agama.

"Sementara asyik berbicara itulah, tiba-tiba ada anak dari arah gereja mengatakan ada asap di gereja. Saya kaget dan langsung ke gereja untuk mengamankan beberapa barang yang bisa diselamatkan," terang Matius di lokasi, Minggu (2/3/2014).

Namun Matius tidak bisa menduga siapa pelaku pembakaran gereja tersebut. Yang pasti dari beberapa warga itu ada yang dikenalinya. "Kami tidak bisa menduga-duga. Semuanya kita serahkan kepada polisi untuk mengetahui motif dan pelakunya," tandas Matius.

Sementara, Kapolres Sigi AKBP Nur Hudayah saat dihubungi Liputan6.com dari Palu membenarkan pembakaran gereja itu. Dia mengatakan belum bisa memastikan apa motif dan pelaku dari aksi pembakaran itu, karena pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan.

"Ya kejadiannya Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Dan atas kejadian itu kami sudah lakukan olah TKP dan memasang garis polisi serta pengamanan ketat oleh beberapa personel di TKP. Untuk memastikan apa motif dan pelakunya masih kita kembangkan," ujar Nur Hudayah.

LIPUTAN6

106 ORANG TEWAS DALAM SERANGAN ISLAMIS DI NIGERIA

Imam Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram


Shalom pasukan doa!

Kelompok Islam garis keras islamis, Boko Haram, diduga menyerang Desa Izghe di timur laut Nigeria yang sedang bergolak, negara bagian Borno, Sabtu, 15 Februari 2014. Serangan ini menewaskan 106 orang, sementara ratusan orang lainnya melarikan diri. Desa itu sebagian besar dihuni warga Kristen. "Seratus enam orang, termasuk seorang wanita tua, telah dibunuh. Pelaku diduga Boko Haram bersenjata," kata senator di Borno, Ali Ndume, Senin, 17 Februari 2014.

Barnabas Idi, seorang petani yang melarikan diri dengan mengendap-endap, mengatakan para penyerang menggedor semua rumah di desa itu. Mereka mencari orang-orang yang dianggap lawan. "Para penyerang datang menggunakan enam truk dan beberapa sepeda motor. Mereka mengenakan seragam militer," kata Barnabas Idi. "Mereka meminta orang-orang untuk berkumpul di suatu tempat dan membantainya."

Kepala pemerintah Izghe, Maina Ularamu, menduga para penyerang adalah Boko Haram. Mereka telah mengambil alih desa. "Mereka menjarah bisnis dan toko makanan. Kemudian mengangkut semua hasil rampasan ke mobil mereka," dia menambahkan.

Pejabat itu berbicara dari Abuja dan mengatakan ia sedang bersiap-siap untuk kembali ke Maiduguri, ibu kota negara bagian, untuk menangani dampak serangan. Ratusan penduduk desa di Borno sudah melarikan diri ke Maiduguri setelah militan Boko Haram pekan lalu menewaskan 43 orang dalam dua serangan terpisah.

Awal pekan ini, serangan lain di negara bagian Borno juga menyalahkan Boko Haram karena lebih dari 30 orang tewas di Kota Konduga, di mana masjid itu dihancurkan. Sekte militan berjuang untuk menciptakan negara Islam yang ketat di wilayah utara Nigeria dengan mayoritas muslim. Adapun bagian selatan negara kaya minyak, Afrika, dihuni Kristen.

Sejumlah pria bersenjata juga menyerang sebuah desa nelayan di Danau Chad, Sabtu, yang menewaskan sejumlah warga. Seorang korban mengatakan beberapa orang tenggelam di danau ketika mencoba melarikan diri dari orang bersenjata.

Juru bicara militer Mohammed Dole mengkonfirmasi serangan itu, tapi menolak berkomentar lebih lanjut. Ia mengatakan daerah itu di bawah yurisdiksi satuan tugas multinasional yang terdiri dari pasukan Nigeria, Niger dan Chad.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan frustrasi dengan kemajuan operasi. Dia telah mengganti petinggi militer pada 16 Januari. Nigeria, negara Afrika yang paling padat penduduknya dan produsen minyak terbesar di benua itu, dijadwalkan untuk mengadakan pemilihan presiden pada bulan Februari tahun depan.

TEMPO