Kamis, 18 Juni 2015

PENEMBAKAN DI GEREJA AS, SEMBILAN ORANG TEWAS

Shalom pasukan doa!

Penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini penembakan terjadi di sebuah gereja di Negara Bagian South Carolina. Sebanyak sembilan orang pun tewas akibat peristiwa ini.

Kepala Kepolisian Kota Charleston, Gregory Mullen, mengatakan, delapan dari sembilan korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) saat seseorang melepaskan tembakan ke dalam Gereja Emanuel pada Kamis 18 Juni malam waktu setempat.

Adapun seorang korban lainnya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit setelah kejadian itu. Di antara kesembilan korban, terdapat Pendeta Clementa Pinckney yang juga menjabat sebagai Senator Negara Bagian South Carolina.

Polisi kini tengah mencari seorang pria kulit putih berusia sekira 20 tahun yang diduga sebagai pelaku penembakan. “Saya meyakini ini adalah sebuah kejahatan yang bermotif kebencian,” kata Mullen, seperti diberitakan BBC, Kamis (18/6/2015).

Penembakan itu bemula ketika orang-orang di dalam gereja tengah mengadakan pertemuan, tepatnya pada pukul 21.00 waktu setempat. Secara tiba-tiba seseorang masuk dan menembaki mereka.

“Tidak habis pikir bagaimana seseorang masuk ke gereja ketika orang-orang mengadakan pertemuan doa, dan (pelaku) mencabut nyawa mereka,” ujar Mullen.

Gereja Emanuel, yang didirikan pada abad 19, merupakan salah satu gereja tertua di AS. Salah seorang pendirinya adalah Denmark Vesey yang tersohor sebagai pemimpin pemberontakan budak pada 1822.

OKEZONE

Rabu, 10 Juni 2015

REMAJA INI 'MATI' 20 MENIT, MENGAKU HIDUP LAGI SETELAH DISENTUH YESUS



Shalom pasukan doa!

Seorang remaja asal Texas, Amerika Serikat bernama Zack Clements mengaku mengalami pengalaman spiritual menakjubkan. Zack yang masih berusia 17 tahun, mengaku diselamatkan dari kematian setelah disentuh Yesus.

Kisah Zack bermula ketika ia jantungnya berhenti berdetak selama 20 menit saat pelajaran olahraga di sekolah. Remaja yang dikenal bertubuh fit dan atletis itu bahkan dianggap sudah meninggal.

Saat petugas medis datang dan berhasil dan menemukan nadi Zack kembali berdenyut, maka ia segera diterbangkan ke rumah sakit. Ia baru tersadar setelah beberapa hari menjalani perawatan di ICU.

Para dokter tak bisa menjelaskan bagaimana Zack bisa hidup lagi. Namun, Zack menuturkan bahwa ia diatangi Yesus saat sedang “mati” karena jantungnya berhenti berdenyut. Zack menuturkan, saat itu Yesus mengucap segalanya akan baik-baik saja.

“Aku melihat pria dengan rambut panjang acak-acakan dan jenggot tebal. Tak butuh waktu lama bagiku untuk mengenali bahwa dia Yesus,” katanya.

Zack menambahkan, dirinya saat sedang “mati” itu lantas mendekat ke Yesus. “Dia meletakkan tangannya ke bahuku dan bilang padaku semuanya akan baik-baik saja dan tak usah khawatir,” kenangnya.

Keluarga Zack pun meyakini ada campur tangan ilahi sehingga seseorang yang sudah kehilangan detak jantung selama 20 menit bisa hidup lagi. Ayah Zack, Billy mengatakan, peristiwa yang dialami putranya memang sulit dijelaskan. “Ini bukan hal yang bisa dijelaskan secara manusiawi,” katanya.

Sedangkan ibunda Zack, Teresa mengaku senang putra kesayangannya masih hidup karena campur tangan Tuhan. “Aku sangat senang Dia (Yesus, red) memutuskan untuk membiaskan anakku kembali,” katanya.

JPNN

Senin, 08 Juni 2015

SUARA MISTERIUS DARI LANGIT TERDENGAR DI SELURUH DUNIA, TANDA-TANDA KIAMAT?



Shalom pasukan doa!

Suara misterius dari langit sudah lama terdengar dan menjadi pembicaraan di seluruh dunia. Banyak orang yang menganggap suara tersebut mirip terompet. Berbagai teori pun dimunculkan. Mulai dari alien, tekanan atmosfer, dan HAARP. Tidak sedikit pula yang menduga, ini merupakan tanda-tanda kiamat seperti yang tersirat dalam kitab suci.

Sudah sekitar satu dekade penduduk bumi mendengar suara ajaib ini dari langit. Tidak hanya mereka yang tinggal di Amerika Serikat, tetapi juga di Jerman, hingga Belarusia. Video pertama yang menangkap suara janggal ini, muncul pada 2008 di Homel, Belarusia. Ini disusul dengan berbagai video lain. Kesaksian yang paling menarik, diungkap oleh Kimberly Wookey dari Terrace, British Columbia, Kanada.

Dalam video yang diunggahnya di Youtube, Wookey menuturkan, “Pagi hari 29 Agustus 2013 sekitar pukul 7:30 saya terjaga oleh suara ini. Saya terkejut karena suara ini sama dengan yang saya dengar beberapa waktu lalu. Saya buru-buru berlari mencari kamera untuk menangkap fenomena ini. Ketika tiba di ruang keluarga, anak saya yang berusia tujuh tahun juga terjaga dan ketakutan dengan yang terjadi …”

Di Kiev, Ukraina, suara sejenis terdengar pada Agustus 2011. Seorang saksi mata menyebut, “Suara ini begitu keras, orang yang ada di jarak 30 hingga 40 kilometer juga bisa mendengarnya.” Konon hingga kini para ilmuwan sudah meneliti hal ini, tetapi belum ada penjelasan pasti.

Berbagai teori pun dimunculkan. Ada yang menyebut mungkin saja ini kontak dari alien untuk penghuni bumi. Mungkin pula suara tersebut muncul karena tekanan asmosferik atau berasal dari bunyi guncangan lempeng tektonik. Tidak sedikit pula yang menduga ini hanyalah suara-suara yang muncul dari pengerjaan bangunan.

Tapi, ada pula yang mengira ini adalah suara HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program), senjata rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dipasang di langit dan digunakan untuk pertahanan serta modifikasi cuaca.

Namun cukup banyak pula yang menghubungkan suara ini dengan tujuh sangkakala yang ditiupkan para malaikat dalam kitab Wahyu 8:1-13, sebagai tanda datangnya kiamat. Bagaimana pendapat Anda?

SIDOMI

Sabtu, 06 Juni 2015

ISIS KLAIM PEMBANTAIAN 30 WARGA KRISTEN ETHIOPIA DI LIBYA



Shalom pasukan doa!

Tayangan yang menggambarkan dengan jelas peristiwa itu dimuat di Internet hari Minggu (19/4) dan telah ditonton oleh VOA. Dalam tayang itu terlihat satu kelompok lelaki dipenggal di pantai sewaktu berlutut di hadapan orang-orang yang mengeksekusi mereka. Di lokasi lain, sekelompok lelaki, ditembak di bagian belakang kepala mereka.

Kematian yang mengerikan itu didokumentasikan pada akhir video berdurasi hampir 30 menit yang menjelaskan pandangan ISIS mengenai agama Kristen dan upaya-upayanya untuk mengislamkan non-Muslim.

Pada bulan Februari lalu, ISIS melansir video serupa yang menggambarkan para anggota ISIS memenggal warga Kristen Mesir.

Seorang pejabat Liga Arab mengatakan kepada kantor berita Perancis bahwa para pemimpin militer dari kawasan itu akan bertemu di Cairo pekan ini guna membahas pembentukan pasukan militer gabungan untuk menghadapi militan ISIS.

VOA

Kamis, 07 Mei 2015

ISIS LEDAKKAN GEREJA BERUSIA 80 TAHUN DI SURIAH



Shalom pasukan doa!


Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali mendalangi aksi perusakan gedung dan situs bersejarah di Suriah. Kali ini sebuah gereja tua berusia 80 tahun hancur diledakkan oleh anggota militan ISIS di negara tersebut.

Seperti dilaporkan kantor berita Suriah, SANA dan dilansir Reuters, Senin (6/4/2015), ISIS memasang bahan peledak di dalam gereja bernama Church of the Virgin Mary di Tel Nasri, yang merupakan desa Kristen Asiria yang menjadi lokasi pertempuran misili Kurdi dan Kristen dengan ISIS.

Ledakan ini terjadi tepat saat perayaan Paskah di gereja tersebut, pada Minggu (5/4) waktu setempat. Namun SANA melaporkan, tidak ada korban tewas akibat ledakan ini. Menurut SANA, hingga kini ISIS masih menguasai wilayah Tel Nasri yang ada di Provinsi Hassaka tersebut.

Warga penganut Kristen tergolong minoritas di Suriah. Jumlahnya mencapai sekitar 10 persen dari populasi muslim Sunni yang merupakan mayoritas di negara tersebut. Perayaan Paskah hanya dilakukan dengan doa bersama mengingat negara ini masih dilanda konflik.

Church of the Virgin Mary merupakan salah satu dari tiga gereja besar di Tal Nasri. Gereja ini dibangun tahun 1934 silam, tapi kemudian direnovasi dan dibuka kembali tahun 2005.

Pada Februari lalu, ISIS juga menyerang dan membakar gereja bersejarah Tal Hurmoz, yang merupakan salah satu gereja tertua di Suriah. Tidak hanya itu, ISIS juga menghancurkan tiga gereja lainnya di kota Tal Tamer di Hassaka.

Sejumlah bangunan bersejarah dan situs arkeologi, termasuk enam situs yang masuk daftar UNESCO World Heritage Sites di Suriah, juga dirusak ISIS.

DETIK

Selasa, 07 April 2015

SAAT PASKAH, ISIS BOM GEREJA ASSYRIAN



Shalom pasukan doa!

Pada hari Minggu (5/4/2015), kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meledakkan gereja Perawan Maria, di desa Asiria Tel Nasri dekat kota Tel Temir (50 km sebelah barat dari Hasakah) di timur laut Suriah.

Pengeboman gereja tersebut bertepatan dengan hari pertama libur Paskah Kristen Assyrian. Gereja tersebut sendiri dibangun pada tahun 1934 dan sempat direnovasi pada 2005.

Berita tentang pengeboman gereja di desa Tel Nasri telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Asyur di wilayah diaspora dan kecurigaan terhadap pembantaian yang mungkin dilakukan oleh milisi ISIS terhadap tahanan Assyria yang berada dalam penangkapan bulan lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (5/4/2015), Jaringan Asyur untuk Hak Asasi Manusia (ANHR) mengutuk serangan ISIS pada Gereja Perawan Maria.

Ini dianggap sebagai 'kejahatan perang menurut hukum kemanusiaan internasional yang melarang fasilitas keagamaan sebagai target selama konflik bersenjata untuk alasan apapun'.

Sementara, dari pihak Tel Temir sendiri, berbicara kepada ARA News di Tel Temir, Ninos Marqas, seorang pejuang Asyur dari Haras al-Khaboor (kekuatan yang berjuang bersama YPG Kurdi dalam memerangi ISIS), mengatakan bahwa Tel Temir telah sepenuhnya mengevakuasi warga sipil, dan mengubah lokasi tersebut menjadi zona militer .

"Kami akan melawan mereka (ISIS). Mereka akan diusir dari desa kami, "tambahnya, menunjukkan bahwa mereka akan memperlakukan kelompok militan ISIS sebagai musuh kemanusiaan.

"Tel Nasri akan menjadi kunci untuk membersihkan desa Asiria Khaboor (Tel Shamiram, Tel Maghas, Goran dan desa-desa lain) dari kotoran mereka, ekstremis barbar," kata Marqas.

Seorang Asyur di Australia, Samir Abu Ashur, mengomentari pemboman gereja, mengatakan: "Kami sudah menjadi komunitas damai sepanjang sejarah; mengapa teroris tersebut melakukan genosida terhadap kami? "

"Kami (Assyria) menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengakhiri kejahatan brutal yang dilakukan di Suriah terhadap Asyur dan semua orang di wilayah tersebut dari tangan Daesh (ISIS)," katanya.

Pasukan gabungan di Tel Temir mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu jika mereka tidak akan tinggal diam dan menyerah pada tragedi yang menimpa mereka

"Sebuah seruan merebut kembali wilayah Tel Temir dan desa-desa Khaboor akan dilakukan segera, membalas dendam untuk para martir kami yang jatuh dengan senapan mesin pada para teroris".

ISIS sendiri mengakui serangan tersebut sebagai tindakan mereka. Melalui salah satu media pro ISIS yang dikutip Aranews, melaporkan bahwa ISIS melancarkan serangan pada apa yang mereka gambarkan sebagai 'gereja politeistik Assyria' di Tel Nasri. Dikatakan juga jika mereka mampu menghancurkan bagian utama dari bangunan tersebut.

Sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dari dan kerusakan seperti apa yang timbul dari serangan tersebut.

BISNIS

Rabu, 11 Maret 2015

MUJIZAT YESUS: KANKER STADIUM 4 SEMBUH TOTAL TANPA OPERASI



Shalom pasukan doa!

Nama Saya Ginny Awuy. Saya bekerja sebagai HRD di Rimo Department Store. Saya tinggal bersama anak saya, Steve, karena sudah lama suami saya meninggalkan kami berdua bersama WIL-nya (wanita idaman lain). Tahun 1996, secara tidak sengaja ketika meraba bagian payudara sebelah kiri, saya mendapati benjolan sebesar kacang merah. Karena saya banyak membaca perihal tentang kanker payudara, saya pun menaruh curiga atas gejala ini, sekalipun kekhawatiran itu belum terlalu menyergap perasaan saya.

Waktu terus berlalu, benjolan itu tidak juga kempes, malah sebaliknya, semakin membesar menjadi seukuran bola bekel. Tentu saja melihat gejala ini saya semakin khawatir.Mulailah saya mengambil waktu khusus di rumah selama 1 jam setiap hari untuk berdoa.

Benjolan di payudara saya semakin membesar. Bahkan, benjolan itu semakin banyak, ada yang besar ada yang kecil, pokoknya tidak beraturan, menyebar membentuk seperti kembang kol. Selain itu, kanker ini ternyata cukup memengaruhi stamina saya. Untuk berjalan dari tempat parkir ke toko, atau dari satu lantai ke lantai berikutnya, rasanya capai sekali; seperti habis lari jauh. Saya sendiri, karena takut diketahui orang lain, kalau sudah tak kuat jalan, saya hanya terdiam mencari sandaran sambil pura-pura melihat ke bawah. Keadaan ini terus memburuk, tapi saya tidak putus asa. Saya tetap berdoa dan bekerja walau stamina saya semakin merosot.

Sudah setahun penderitaan mendera, tapi tidak seorang pun yang saya beritahu. Steve pun tidak, sebab saya khawatir kalau dia sampai tahu, studinya akan terganggu. Maklumlah, kuliah Steve sudah berada di semester akhir. Selain itu, alasan mengapa saya tidak menceritakan penyakit saya ini kepada orang lain karena solusinya pastilah dokter -- operasi. Padahal untuk operasi jelas kondisi keuangan saya sangat tidak memungkinkan. Tabungan saya hanya 2,5 juta. Uang sejumlah ini rencananya untuk membayar biaya kuliah dan wisuda Steve. Karena menyadari situasinya seperti ini, kepada Tuhan pun saya sepertinya mendesak, "Tuhan, pokoknya Tuhan harus sembuhkan saya tanpa operasi!"

Pertengahan Desember 1997, ketika akan pulang kerja, tempat parkir ramai sekali. Karena saya mengendarai mobil sendiri, maka cukup banyak tenaga yang harus saya keluarkan untuk menggerakkan persneling. Sampai di rumah, karena saya merasa di bagian payudara yang sakit ada cairan, saya segera masuk kamar dan membuka baju. Betapa kagetnya, ternyata cairan yang keluar itu darah. Waktu itu pukul 20.00 WIB. Steve ada di rumah. Karena saya takut ia tahu, maka saya segera masuk kamar mandi. Betapa semakin terkejutnya saya karena darah langsung menyembur melalui tiga lubang yang ada di payudara saya. Darah mancur begitu derasnya. Rasanya sakit sekali, tapi saya tidak berani berteriak. Saya hanya berdoa dengan kata-kata yang diulang-ulang, "Darah Yesus, hentikan pendarahan saya!" Saya khawatir kalau pendarahan itu tidak berhenti hingga membuat saya pingsan, pasti situasi jadi kacau. Karena saya cukup lama di kamar mandi, Steve pun mulai curiga. Dari luar ia menyapa, "Ma, kok lama amat sih, di kamar mandi?"

"Sebentar," jawab saya.

Waktu Steve memanggil, darah mulai berhenti, tinggal menetes-netes saja. Sambil tetap duduk, saya arahkan "shower" ke tembok yang penuh darah dengan harapan Steve tidak curiga dengan apa yang terjadi. Karena saya lemas dan tidak kuat berdiri, saya minta tolong kepada Steve untuk membuatkan teh manis. Dalam tempo yang tidak terlalu lama, Steve sudah menyiapkan teh manis dan segera mengetuk pintu kamar mandi. Ketika pintu saya buka, Steve nampak kaget melihat bercak-bercak darah yang menempel di tembok. Setelah menutup pintu, karena takut banyak gerak dan khawatir darah keluar lagi, maka saya cepat duduk. Teh langsung saya minum dan hal ini membuat tubuh saya sedikit lebih segar. Saya lalu pakai kimono dan berusaha sedapat mungkin untuk membuat kain kimono itu tidak menempel di payudara. Saya pelan-pelan keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring di tempat tidur. Di pembaringan ini, sekalipun tidak banyak, darah kembali keluar. Steve duduk di pinggir tempat tidur dengan wajah yang sangat sedih sambil mengamati tangan saya mengelap darah yang keluar dengan tissue. Saya lalu bercerita pada Steve secara kronologis tentang penyakit saya.

Kira-kira pukul 02.00 dini hari, rasa sakit itu kambuh lagi. Padahal sebelumnya saya sudah minum Ponstan 4 dan Beralgin 2. Sakit itu begitu luar biasa, sampai-sampai untuk menahan sakit, sprei tempat tidur saya yang dijepit peniti, saya tarik hingga robek. Karena sakitnya tidak tertahankan, saya memanggil Steve, "Steve, ayo ke sini, Mama sudah nggak tahan. Ayo kita berdoa karena Mama merasa sakit sekali." Waktu itu saya merintih, "Tuhan tolong, saya sudah tak kuat lagi. Saya sudah tak sanggup lagi."

Sungguh ajaib, selesai berdoa, sakit itu langsung reda. Ketika saya jatuh sakit, sambil menyelesaikan tugas akhirnya, Steve sudah bekerja di sebuah kantor. Mungkin karena bingung bagaimana mengatur studi, kerja, dan tanggung jawab untuk merawat saya, usai berdoa Steve nampak bingung. Untuk memecahkan kebekuan ini, saya bilang, "Steve kamu besok tetap saja kuliah dan bekerja. Yang penting 'handphone' kamu nyalakan terus. Nanti kalau ada apa-apa, Mama akan hubungi." Steve pun setuju.

Besoknya Steve berangkat kerja seperti biasa. Setelah Steve pergi, saya telepon adik saya, Endang, yang bekerja sebagai suster di RS Fatmawati. Saya menceritakan semua yang telah saya alami, termasuk kapan kanker itu mulai saya temukan hingga pecah secara mengerikan semalam. Hari itu juga saya dibawa ke RS Fatmawati. Sementara itu, Endang menghubungi adik saya yang lain yang ada di Bandung, orang tua saya yang di Amerika, termasuk bos saya di kantor. Setelah mereka tahu, keluarga, orang di kantor, semua panik. Mereka terkejut dan menyatakan rasa herannya karena baru mengetahui penyakit saya. Tiba di rumah sakit, saya langsung dibawa ke UGD. Usai diperiksa, hari itu juga saya diopname. Selama dirawat ini, saya selalu mendengarkan lagu-lagu rohani, membaca buku-buku rohani, dan saya merasa dikuatkan saat membaca buku "Mukjizat Terjadi Bila Anda Berdoa". Di RS, saya dibiobsi dan menggunakan kursi roda karena kondisi saya sangat lemah. Luka di payudara saya sangat besar dan sering mengeluarkan darah. Karena keadaannya seperti ini, yang bisa mengganti kasa yang melekat di luka saya hanya Endang. Suster lain sudah gemetaran lebih dulu sehingga saya tak yakin kalau dia bakal berhasil.

Selesai Berdoa Ada Aliran Hangat Di Dada

Setelah dirawat beberapa hari, kondisi saya tak juga membaik. Bahkan dokter mengatakan pada adik saya, bahwa percuma saja saya dioperasi sebab menurut hasil pemeriksaan, kanker sudah menjalar ke tulang dan paru-paru, hanya bagian paru-paru kanan saja yang belum kena. Karena kondisinya demikian, maka perawatan yang diberikan hanya sekadar untuk memperbaiki gizi saya. Waktu itu dokter sudah memperkirakan bahwa kondisi saya akan menurun, menurun, dan meninggal. Kepada adik saya dokter juga bilang, "Tinggal menunggu harinya saja karena itu senangkanlah hati kakak kamu."

Hari itu hari Sabtu. Seperti biasa, sambil menunggu jadwal visitasi dokter, saya terus mendengarkan lagu-lagu rohani dan membaca buku. Suatu kali, di buku yang saya baca, dikisahkan ada seorang Bapak yang sembuh dari sakit jantung selepas berdoa minta jantung yang baru kepada Tuhan. Pengalaman Bapak ini kemudian saya adopsi. Sebab, keadaan yang dialami si Bapak mirip benar dengan apa yang saya alami. Saya kemudian membaca Alkitab dan mulai berdoa, "Tuhan, saya tahu artinya kanker. Namun Tuhan, saya tahu juga bahwa Tuhan sanggup sembuhkan saya. Tuhan, gantilah semua organ tubuh saya yang rusak dengan organ yang baru. Demi nama Tuhan Yesus Kristus, saya sudah disembuhkan!" Begitu saya mengucapkan "amin", saya yakin benar bahwa Tuhan sudah sembuhkan saya 100 persen. Walau benjolan masih ada dan luka masih menganga, saya yakin Tuhan telah menjawab doa saya. Tiba-tiba saya merasa di bagian dada saya ada getaran hangat yang mengalir. Saya gemetaran dan saya langsung menangis tersedu-sedu. Saya sudah tidak malu lagi menangis di hadapan orang lain. Seketika itu juga saya mengatakan, "Terima kasih Yesus. Terima kasih Tuhan sebab Engkau sudah jawab doa saya."

Pukul 09.00, dokter yang memeriksa saya tiba. Pukul 11.00, dengan memakai kursi roda, saya dites lagi di USG. Setelah beberapa hari kemudian, hasil pemeriksanaan keluar dan dinyatakan: tidak ditemukan lagi kanker di tubuh saya! Mungkin karena tidak percaya, saya diperiksa lagi secara lebih teliti. Saya menjalani USG termasuk di bagian perut saya dan hasilnya bagus. Lalu dilakukan "bone scanning" dari ujung kaki sampai kepala dan hasilnya di luar dugaan: tak ada kanker lagi di tubuh saya. Dokter tidak percaya, lalu dilakukan "scanning" ulang dengan alat yang lebih canggih dan hasilnya tetap sama. Berita ini kemudian saya sampaikan kepada teman saya, Silvia.

Silvia adalah salah satu dari banyak orang yang sangat setia membesuk saya, membantu, dan juga menceritakan keadaan saya kepada orang lain. "Astra," demikian ujar Silvia dengan menyebut nama panggilan saya waktu kecil, "ini sungguh karya Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh luar biasa!" Ketika saya memberitahukan hal ini kepada bos saya dan istrinya, mereka juga mengatakan hal yang senada, "Wah, ini benar-benar pekerjaan Tuhan. Sungguh hebat, luar biasa!" Teman-teman lain yang mendengar berita ini semuanya bersyukur dan terharu.

Setelah dokter yakin benar bahwa kanker itu sudah tidak ada lagi, saya tinggal menjalani penyinaran sebanyak tiga puluh kali. Akhirnya saya diizinkan meninggalkan RS setelah dirawat selama kurang lebih sebulan. Yang tak kalah menakjubkannya, sekalipun saya dirawat di kamar ber-AC dengan biaya yang tentunya tak sedikit, ternyata Tuhan secara ajaib juga telah menyediakan biayanya. Keluar dari RS, dokter tetap menyarankan agar saya menjalani kemoterapi dan minum obat kanker seumur hidup. Anjuran dokter ini saya lakukan hingga kurang lebih 8 bulan lamanya. Suatu ketika, pada bulan Agustus 1988, saya diajak Silvia, untuk mengikuti KKR Kesembuhan Ilahi yang diadakan di Gedung Menara Era, Senen, Jakarta Pusat. Waktu itu pembicara KKR mengatakan, "Mengapa Tuhan tidak bekerja secara luar biasa? Jawabnya, karena pikiran kita selalu meragukan pekerjaan Tuhan. Karena itu, bila kita ingin mendapatkan kesembuhan ilahi, kita harus percaya, kita harus beriman 100 persen bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan."

Setelah khotbah usai, dalam sesi tantangan, akhirnya saya berdoa dan mengambil keputusan: "Sejak malam ini saya tidak akan lagi minum obat kanker dan saya tidak mau dikemoterapi. Tuhan, terima kasih, Engkau sudah menyembuhkan saya secara total. Amin." Malam itu bagi saya menjadi malam bersejarah kedua atas penyakit kanker saya. Saya mengimani bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan mukjizat penyembuhan atas kanker saya secara sempurna. Dan benar, sejak saat itu, sekalipun saya tidak minum obat kanker dan tidak menjalani kemoterapi, tapi sakit saya tak pernah kambuh alias 100 persen sembuh total hingga sekarang.

SABDA