Sabtu, 11 Desember 2010

YEA NATHALINE QUEEN LEON - KESAKSIAN



Shalom pasukan doa!

Dear all our brothers & sisters, our friends in Christ,

Saya & Susi sangat berterimakasih untuk semua kasih, doa, perhatian & dukungan yang telah diberikan selama proses persalinan & ketika baby kami
Yea Nathaleen Queen Leon meninggal. We are so grateful to have you all our brothers, sisters & friends.
Apa yang kami alami saat ini adalah masa-masa yang sulit & belum kami mengerti apa rencana Tuhan selanjutnya dalam kehidupan kami. Tapi kami sangat percaya bahwa rencana Tuhan adalah rancangan kebaikan & bukan rancangan kecelakaan. Rencana Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi setiap anak2Nya yang senantiasa berharap kepadaNya.

Tahun 2008 ini genap 10 tahun usia pernikahan saya & Susi. Selama waktu itu kami telah melaluinya dengan suka dan duka. Begitu banyak tantangan yang harus kami lewati. Tapi Tuhan yang kami kenal adalah Tuhan yang luar biasa. Di saat-saat kami melewati lembah kekelaman dan masa-masa tergelap dan tersulit di dalam kehidupan kami, DIA TUHAN YESUS selalu ada & memegang tangan kami. Memberikan kelegaan, kekuatan dan penghiburan yang baru.
Telah lama menjadi kerinduan hati kami untuk memiliki seorang anak yang akan menjadi buah cinta kasih kami. Khususnya Susi yang sangat-sangat merindukan seorang anak perempuan. Begitu besarnya keinginan tersebut hingga sudah tidak terhitung banyaknya air mata & doa yang kami mohonkan. Kelahiran anak kami Yea Nathaleen Queen Leon tanggal 20 Agustus 2008 yang lalu adalah anak yang ke-7 sejak awal pernikahan kami. Tiga kali istriku Susi harus mengalami caesarean operation untuk membantu kelahiran bayinya. Dan 3 kali juga bayi kami meninggalkan papi & maminya tercinta untuk kembali ke rumah Bapa di surga. Empat kehamilan yang lain mengalami keguguran setelah beberapa bulan di dalam kandungan istriku.
Nattel, panggilan kesayangan anak kami yang terakhir (Yea Nathaleen Queen Leon) mengajarkan kami arti iman & kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan. Masa-masa menantikan kelahirannya adalah waktu-waktu yang penuh harapan, mendebarkan & penuh ketegangan. Tanggal 20 Agustus kemarin saya sengaja mengajukan diri untuk masuk dan mendampingi Susi di ruang operasi (atas seijin Dr Antonius di RS Omni Int. Serpong) untuk menemani & memberikan dukungan kepada istriku tercinta sehingga dia bisa tetap tenang dan tidak takut. Sekitar jam 7 pagi lewat beberapa menit operasi dilakukan, dan buat saya pribadi ini adalah waktu-waktu yang sangat berharga & sekaligus mendebarkan.
Apa yang saya lihat dan alami selanjutnya adalah waktu-waktu yang tidak akan terlupakan sepanjang hidup saya. Anak kami Nattel harus berjuang untuk bisa bernafas & bertahan hidup. Tubuhnya yang kecil & mungil harus menerima suntikan dan selang yang dimasukkan lewat mulut untuk membantunya bisa tetap bernafas. Melihat hal itu membuat hati saya teriris-iris. Air mata keluar tanpa saya sadari & seluruh tubuh saya rasanya mau jatuh karena bergetar. Saya terus berdoa, Tuhan nyatakan mujizatMu kepada anak kami Nattel. Kau lihat bahwa dia sangat membutuhkanMu saat ini. Kau tahu Tuhan bahwa kami sangat mencintai dan sangat merindukan anak ini. Tuhan nyatakanlah kasih setiaMu.

Team dokter terus berjuang untuk memberikan bantuan pernafasan, sampai akhirnya mereka berkata kepada saya bahwa anak kami Nattel tidak bisa tertolong, karena saluran pernafasan yang seharusnya menyambung ke paru-paru ternyata terputus & tertutup. Nattel meninggalkan kami pagi itu setelah berjuang sekitar 1/2 jam.
Hati rasanya hancur lebur dan air mata begitu deras mengalir waktu saya menggendong Nattel, memeluk dan menciumnya. Anak yang begitu saya kasihi sekarang ada di dalam pelukan saya dalam keadaan meninggal. Saya bertanya kepada Tuhan, mengapa hal ini harus terjadi lagi kepada kami ? Apa maksud & rencanaMu Tuhan ? Sudah 3 kali saya harus menggendong bayi kami yang baru lahir dalam keadaan meninggal. Saya tidak tahan melihat keadaan bayi kami & berkata kepada Tuhan, kalau memang mungkin biarlah saya saja yang mati, jangan bayi kami. Tapi Tuhan tidak memberikan jawaban, ada rencana lain yang belum saya mengerti saat ini.

Hal lain yang paling membuat saya hancur adalah saat harus memberitahu Susi istriku sesaat setelah dia pulih dari pengaruh bius. Saya tidak tahu apa yang saya harus ucapkan. Susi sebagai seorang wanita yang sangat merindukan dan mengasihi bayinya. Selama 9 bulan dia merasakan gerakan, tendangan Nattel di dalam perut. Itu adalah masa-masa terindah yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Saya ingat seringkali mengajak Nattel berbicara, bernyanyi, memainkan musik untuknya, walaupun dia masih di dalam perut tapi kami bisa merasakan setiap respond-nya kalau kami memanggil namanya. Sekarang saya harus mengatakan bahwa Nattel sudah kembali ke rumah Bapa di surga. Tidak terbayangkan betapa sedihnya hati Susi mendengar berita ini. Kami berdua berpelukan dan menangis, tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Apa yang menjadi rencana Tuhan tidak kami mengerti.

Tapi Tuhan kami adalah Tuhan yang baik, di saat-saat kesedihan dan penderitaan yang begitu dalam, Dia tetap memberikan penghiburan & kekuatan. Kekuatan yang berasal dari surga yang begitu luar biasanya hingga kita bisa menanggung semua kesedihan ini. Banyak yang berkata kepada kami, kalau mereka yang harus mengalami peristiwa ini mungkin mereka tidak kuat, bahkan ada yang bilang sampai bisa gila dan murtad!
Our brothers, sisters, and friends, kami mau sampaikan bahwa ini adalah karena kasih karunia kalau kami harus mengalami ini semua & bisa melaluinya. Bukan karena kekuatan, kegagahan kami. Tapi oleh karena Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang luar biasa baik. Saat kami mendapatkan kesusahan seperti ini, dia tidak meninggalkan kami. Dia tetap ada setiap saat, bahkan ketika di ruang operasi saat Nattel berjuang untuk hidup, Dia ada disana. Dia sendiri yang menggendong Nattel dan memberikan kekuatan dan penghiburan untuk saya & Susi.

Biarlah kisah kami ini bisa memberikan inspirasi kepada banyak orang, apapun yang menjadi masalah dan pergumulan kita percayalah Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Tuhan yang luar biasa dan Tuhan yang baik. Walaupun saat ini kami belum tahu apa yang menjadi rencanaNya dalam kehidupan kami atas kejadian2 yang kami alami, tapi kami sangat percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang hidup dan Dia akan menepati janjinya. He never fails!

Berikut ini adalah isi hati dari istriku tercinta Susi,
Bukan bagian kami untuk MENGERTI rencana Tuhan. Bagian kami adalah MENGIKUTI rencana Tuhan. Siapakah yang dapat mengerti pikiran Tuhan? Namun begitu, saya sangat percaya bahwa yang ada dalam isi hati Bapa tentang kami, hanyalah segala sesuatu yang baik untuk hidup kami, tidak ada sedikitpun rencana yang mendatangkan kecelakaan. Semua itu hanya karena Bapa adalah Bapa yang sangat baik.

Sempat Ci Hanna menganjurkan agar saya bertanya kepada Tuhan apa maksud dari semua ini. Ketika saya lakukan hal itu, saya mendapatkan kesan bahwa Bapa ingin saya bisa mengasihi Dia lebih dari saya mengasihi apapun di dunia ini, sekalipun itu adalah anak yang sangat saya dambakan. Sayapun mencoba merenungkan, adakah saya merasa marah kepada Tuhan atas peristiwa ini. Dan saya sangat-sangat bersyukur ketika saya tidak mendapati perasaan marah itu dalam hati saya. Saya tetap merasa bahwa saya begitu sayang dan mengasihi Bapa.Dan lebih bersyukur lagi ketika mendapati bahwa Zaldy pun sehati dengan saya. Benar2 semua hanya karena anugrahNya.
Karena anugrahNya juga, kami dimampukan untuk melalui semua peristiwa ini. Kalau bukan karena kekuatan yang diberikan Bapa, entah akan bagaimana hancurnya hidup kami saat ini. Peristiwa ini terlalu berat buat kami. Tapi hidup kami harus tetap berlanjut. Masih banyak hal yang harus kami kerjakan. Karena itu saya harus tetap kuat untuk mendukung Zaldy, demikian juga Zaldy harus tetap kuat untuk mendukung saya. Saya sangat bersyukur karena meskipun belum mempunyai anak di bumi ini, tapi Bapa memberikan saya seorang teman hidup yang luar biasa. Bagi saya, Zaldy adalah seorang suami yang perfect. Kami berdua mempunyai "hubungan cinta yang ajaib".

Terpujilah nama Tuhan!

Thanks untuk Pastor Hanna, Pastor Edo & Ibu Uchee Lantang, Pastor Yahya & istri untuk dukungan & doanya. Khusus untuk Cie Hanna, thank you for your attention, love & caring. You're a great pastor!
Thanks juga untuk semua keluarga, kakak & adik kami tercinta.
Thanks untuk semua team musik KA3 (thanks Cung) dan teman2 semuanya. Karena kalian semua kami memiliki keluarga & kasih yang luar biasa.
Never give up !
God bless you all

In Christ,
Zaldy&Susi-rotihidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar