Sabtu, 31 Desember 2011

OLEH IMAN DAN KASIH KARUNIA



Shalom pasukan doa!

Oleh Iman, segala kebutuhanku akan dipenuhi oleh Bapa Surgawi

Bulan Oktober 2008 adalah masa-masa persiapanku ke Belanda. Tanggal 18 November 2008, saya akan berangkat ke Jakarta dan tiket juga sudah dibelikan oleh sponsor beasiswa. Dear Lord, keuangan kami saat ini pas-pasan, sedangkan biaya untuk membayar dokumen seperti Visa, Resident Permit dan akte kelahiran dan pernikahan yang di terjemahkan ke Bahasa Belanda dan dilegalisir biayanya cukup besar dan uang kami baru saja tersedot untuk membeli rumah . Ditambah pula harus membeli berbagai macam keperluan untuk hidup Belanda dan harus membeli Euro untuk biaya hidup untuk satu bulan di Belanda sebelum ditransfer oleh pihak sponsor, biaya penelitian dan biaya sekolah untuk tahun ke 4 serta biaya international conference, biaya fiskal dll, dari mana kudapat ya Tuhan?

Dengan hikmat manusia, saya mulai berpikir dan berhitung matematika ala manusia, dengan begitu banyaknya biaya yang harus saya siapkan, saya sempat memikirkan untuk menyetop memberikan beasiswa kepada beberapa anak asuhku, lumayan menghemat beberatus ribu rupiah. Tadinya juga sempat berharap agar menerima uang sewa dari teman gereja yang akan meminjam rumah baruku, walau sebelumnya saya pernah mengatakan bahwa mereka boleh meminjam rumah tersebut tanpa bayar. Namun Tuhan mengingatkanku, berpeganglah pada janji walaupun rugi. Tuhan mengingatkanku siapa yang memelihara hidupku selama ini dan memberikanku hidup yang berkelimpahan, kalau bukan Tuhan. Bukankah kemurahan yang selama ini ku terima adalah anugerahNya, layaklah saudara dan saudariku juga menerima kemurahan Tuhan melalui apa yang ku terima selama ini ya Tuhan. Inilah saat-saat imanku diuji untuk tetap memberi dalam kondisi keuangan yang pas-pasan. Namun aku bersukacita, karena aku memilih untuk tetap memberi, inilah iman kemenangan bagiku, bahwa aku bersandar pada Tuhan, bukan jumlah rekening di tabunganku.

Menabur dimasa kekeringan, sama seperti Ishak tetap menabur pada masa kekeringan, dan pada tahun itu ia menuai 100 kali lipat dari apa yang ditaburnya. Inilah bonusnya, Terima kasih Yesus, aku membaca email dari Belanda bahwa sekolah yang di Belanda akan menagihkankan biaya Visa dan resident permit ke pihak sponsor. Ajaibnya, biaya-biaya lain yang kubutuhkan juga akan di tanggung oleh instansi tempat saya bekerja. Padahal biasanya item-item beasiswa yang ditanggung instansi tempat aku bekerja sangat terbatas, Puji Tuhan, aku mendapatkan bantuan finansial yang terbaik dari sejarah beasiswa diberikan oleh instansi tersebut yang aku ketahui, Semua item-item bantuan yang aku dan temanku ajukan, hampir semuanya di setujui. Sungguh ajaib Engkau Tuhan.

Seorang hamba Tuhan pernah berkata “ Tuhan tidak mau berhutang kepada kita”. Beberapa ratus ribu yang aku berikan, dikembalikan Tuhan berkali-kali-kali-kali-kali-kali-kali-kali-kali lipat. Siapakah aku ini Tuhan, begitu Engkau perhatikan dan sayangi?

I Love You Jesus.




Sumber Kesaksian : Theresia




Sumber : Roti Hidup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar